Kamisan

Pengajian Masyarakat bareng Pengasuh

Shalawat Nariyah disebut juga Shalawat Tafrijiyah (pelepasan dari kesusahan), ada juga yang menyebutnya sebagai Shalawat Taziyah, hal ter sebut dinisbatkan kepada pengarangnya, seorang Ulama Sufi asal Taza, Maroko.

Fadhilah Nariyah menurut Syaikh al Qurthubi, “Bila dibaca 4.444 kali dalam satu majelis (sekali duduk), maka akan ditunaikan segala hajat, dibebaskan dari musibah dan dibukakan pintu rezeki”. Demikian pula hitungan yang sama disebutkan Syaikh Ibnu Hajar al Asqalani.

Acara

Dimulai dari pukul 07.30 diawali dengan pembacaan Fasholatan dan ‘Aqoid 50 khatam oleh Santri Putri yang diikuti seluruh Jama’ah Kamisan, dilanjut dengan Simakan al Quran bil Ghoib oleh Mudier Tahfizh Madaris Asasul Huda yaitu Teh Eri Khairatul Labibah sampai pukul 09.00, kemudian dilanjut pembacaan Tahlil dan Do’a oleh Sesepuh Asasul Huda yaitu H. Abdul Hamid (Ayah dari Pengasuh) sampai pukul 09.30, dilanjut acara inti yaitu Mau’idzoh Hasanah sekaligus Kajian Kitab Kuning oleh Pengasuh berlangsung hingga pukul 11.00.